01 April 2009

untukmu sahabatku

aku telah membacanya..
segala penjelasan atas sikapmu, aku telah membacanya..

maafkan aku, yang telah membuatmu terluka, tidak ada sedikit pun niatku begitu. aku yang salah, aku yang seharusnya minta maaf dan berusaha terus meminta maaf hingga kau pun ikhlas memaafkanku. maafkan aku..

aku bukan sahabat yang baik, yang harusnya tidak boleh terlalu mengandalkanmu dalam setiap masalahku, yang seharusnya aku tau diri utk tidak terlalu mengeluarkan emosi kepadamu, yang seharusnya aku tidak menjadikan ini kesalahpahaman yg berkepanjangan.. tapi percayalah, aku ga pernah menganggapmu tempat sampah. setiap cerita senang dan sedih murni ku lakukan karena kamu adalah orang terdekatku, yang sangat kupercaya, yang selalu menyemangatiku, yang memberiku kekuatan kepadaku, bahkan di saat aku kehilangan pegangan sekalipun. aku benar2 minta maaf tidak mengetahui perasaanmu saat itu, aku yang salah..

setiap hari aku berharap mendapat sedikit senyum darimu, setiap hari aku berharap cemas apa yg akan aku rasakan jika bertemu dgnmu nanti, setiap hari aku selalu memikirkan kata2 yg tepat utk mulai menyapamu, aku memang pengecut, aku terlalu takut melihat sinar matamu yang hampir tidak mengenaliku lagi, aku selalu berharap menunggu kau menoleh kepadaku dan ingin langsung ku sapa, tapi saat itu tidak pernah datang, yang ada malah saat aku ingin tersenyum malah engkau membuang muka, apakah engkau membenciku?

hingga waktu ga memberi kesempatan kepadaku, hingga aku harus mengakhiri masa kerjaku di kantor karena berbagai alasan, aku masih mengharapkan datangnya keajaiban utk bersapa kembali denganmu.. di hari terakhir pun keajaiban itu tidak datang, hingga mas yuspi dan mas gun memberi pertimbangan kepadaku utk bertahan beberapa lama lagi, aku pun langsung menyetujuinya.. yang ada dalam pikiranku saat itu hanyalah satu, ingin merasakan keindahan persahabatan denganmu lagi, walau sesaat...

tapi semua terlambat.. aku terlalu menyakitimu ya??
maafkan aku..
katamu kau telah memafkan semua kesalahanku walau keadaan ga akan sama seperti dulu..
ini kah yang aku dapatkan dari perbuatanku??
maafkan aku..
aku tidak bisa memaksa hatimu utk menganggapku sahabat lagi. saat ini aku cukup tau diri telah kamu maafkan, aku ga bisa menuntut lebih dari hatimu yang terluka..
tapi bolehkan dalam hatiku ini masih menganggapmu sahabat??
karena aku sadari aku masih menyayangimu, masih ingin tau ttg keadaanmu,
karena kemaren disaat aku akan keluar, aku ngerasa sangat kehilangan kamu,
dan saat ku tau kau tidak menganggapku sahabat lagi, aku makin kehilangan..
terima kasih sahabatku, aku tidak mungkin menemukan sahabat sepertimu lagi..
sekali lagi, maafkan aku..

1 komentar:

  1. ahhh, dodol-ku sayang... :' )
    it's just another color that we painted in this friendship ^^
    lucu juga ya kalo baca yg dulu2...

    BalasHapus